Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani

Tuesday, September 27, 2011

Signs of Qiyamah(Kiamat)

Qiyamah(Kiamat) will come when...

Hadhrat Abu Musa Ash'ari (R.A.) narrates that Rasulallah (Sallallahu Alayhii Wassallam) said, "Qiyamah will come...

When it will be regarded as a shame to act on Quranic injunctions.

When untrustworthy people will be regarded as trustworthy and the trustworthy will be regarded as untrustworthy.

When it will be hot in winter.

When the length of days is stretched, i.e. a journey of a few days is covered in a matter of hours.

When orators and lecturers lie openly.

When people dispute over petty issues.

When women with children come displeased on account of them bearing offspring, and barren women remain happy on account of having no responsibility of offspring.

When oppression, jealousy, and greed become the order of the day.

When people blatantly follow their passions and whims.

When lies prevail over the truth.

When violence, bloodshed and anarchy become common.

When immorality overtakes shamelessness and is perpetrated publicly.

When legislation matters pertaining to Deen is handed over to the worst elements of the Ummat, and if people accept them and are satisfied with their findings, then such persons will not smell the fragrance of Jannat.

When the offspring become a cause of grief and anger (for their parents).



The following is part of a lengthy Hadith narrated by Hadhrat Abdullah Ibn Mas'ood (R.A.) when he inquired from Rasulallah (Sallallahu Alayhi Wassallam) about the Signs of Qiyamah.

Music and musical instruments will be found in every home.

People will indulge in homosexuality.

There will be an abundance of illegitimate children.

There will be an abundance of critics, tale-carriers, back- biters and taunters in society.

People will establish ties with strangers and sever relations with their near and dear ones.

Hypocrites will be in control of the affairs of the community and evil, immoral people will be at the helm of business establishments.

The Masjid will be decorated, but the hearts of the people will be devoid of guidance.

The courtyards of Masjids will be built beautifully and high mimbars (pulpits) will be erected.

Gangsters and evil people will prevail.

Various wines will be consumed excessively.



Auf bin Malik (R.A.) says: I came to Rasulullah (Sallallahu Alayhi Wasallam) while he was in his skin tent during the Tabuk expedition. He said to me, "Count six things before the advent of Qiyamah:

1 My death
2 The conquest of Jerusalem
3 Mass deaths amongst you people, just as when sheep die in large numbers during an epidemic
4 Abundance of wealth to such an extent that if a person were to be given a hundred Dinars he will still not be satisfied
5 General anarchy and bloodshed, that no Arab household will be spared from it
6 Then a life of peace as a result of a peace agreement between you and the Banil Asfaar
(Romans) which they will break and attack you with a force consisting of eighty flags and under each flag will be an army of twelve thousand men." (Hadith: Sahih Bukhari).

IRAQ and SYRIA

Abu Nadhrah says: "We were sitting in the company of Jabir bin Abdullah (R.A.) when he said: 'Soon the people of IRAQ will neither receive any food (grain) nor any money.'" We asked, "Why would such a thing happen?" He replied, "Because of the non-Arabs." (i.e they will prevent food from going into Iraq, in the form of "sanctions" to this day.) He then said: "Soon the people of Shaam (SYRIA) will neither receive any money nor grain." We asked as to why this would happen. He replied: "Because of the Romans (christians)."

CONCEITED PEOPLE:

Hadhrat Abbas (R.A) narrates that Rasulallah (Sallallahu Alayhi Wassallam) has said, "Islam will spread far and wide, across the seas. Horses will cross the land and seas in the cause of Jihaad. Then a time will come wherein a group of people will emerge which recites the Quraan. They will claim,

'We have recited the Quraan and is there anyone who understands the Quraan better than us? There is NO ONE more proficient than us in the study of the Quraan.'

Then Rasulallah (Sallallahu Alayhi Wassallam) asked the Sahaba, "Do you see any good in their claims?" The Sahaba replied, "No". Rasulallah (Sallallahu Alayhi Wassallam) said, "But these conceited claimants will be from my Ummah and will be the fuel of the Fire."

from "Signs of Qiyamah" (excerpts)
by Mohammed Ali Ibn Zubair Ali

Quranic Verses Appear on Miracle Baby in Dagestan, Russia islamic miracle picture

Quranic Verses Appear on Miracle Baby in Dagestan, Russia islamic miracle picture

Seorang ahli Hadith bersama seorang Perempuan Tua...

Abdullah bin Al-Mubarak, seorang ahli Hadits yang terkemuka dan seorang zahid termasyhur, menuturkan bahwa ketika beliau pergi haji ke Baitullah Al-Haram dan berziarah ke Masjid Nabawwi di Madinah, berjumpa dengan seorang perempuan tua memakai kerudung wol.

Ibnu Mubarak memberi salam, “Assalamu’ alaikum Wa Rahmaatullaahi Wabarakatuh.” Perempuan tua itu pun menjawab, “Salam sejahtera dari Rabb yang Maha Penyayang (Yasin: 58).” Ibnu Mubarak berkata, “Semoga Allah merahmati engkau.

Apa yang kau lakukan ditempat ini?” Perempuan tua itu lalu menjawab, “Barang siapa yang Allah sesatkan, maka tiada baginya petunjuk jalan.” Ibnu Mubarak paham bahwa Nenek itu tersesat, maka ia bertanya, “Kemana mau pergi Nek?” Nenek itu menjawab, “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. (Al-Isra: 01)”. Maka Ibnu Mubarak faham bahwa Nenek itu telah mengerjakan Haji dan ingin pulang ke Palestina.

Dengan iba Ibnu Mubarak bertanya, “Sudah berapa lama disini?” Jawab si Nenek, “Tiga malam, berturut-turut (Maryam: 10).” Ibnu Mubarak bertanya lagi, “Aku tidak melihat makanan, lalu Nenek makan apa?” “Allah yang memberiku makan dan minum (Asy-Syu’araa: 79),” jawabnya.
“Tapi sekarang bukan bulan Ramadhan?” Nenek itu menjawab, “Dan barang siapa mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Memberi Pahala dan Maha Mengetahui (Al-Baqarah: 158).”

“Mana air wudhu’mu?”, tanya Ibnu Mubarak. “Maka jika tidak menemukan air, bertayamumlah dengan debu yang baik (An-Nisa: 43).” Ibnu Mubarak kembali bertanya, “Mengapa engkau tidak berbicara biasa seperti Aku?” Nenek itu menjawab, “Tidaklah ada satu ucapanpun yang diucapkan, kecuali ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Qaaf: 18).”

“Manusia apa sebenarnya Engkau?” tanya Ibnu Mubarak. Dijawab oleh Nenek itu, “Janganlah mengikuti apa-apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan diminta pertanggung jawabannya (Al-Isra:36).”
“Maafkan aku. Aku telah melakukan kesalahan!” kata Ibnu Mubarak. Dan Nenek itu menjawab, “Tak perlu penyesalan bagi kalian hari ini, Allah pasti mengampuni kalian (Yusuf: 92).” Maka Ibnu Mubarak berkata, “Maukah Nenek menaiki untaku agar dapat menyusul rombonganmu?” “Kebaikan apapun yang engkau lakukan, Allah pasti mengetahuinya (Al-Baqarah: 197).” Ibnu Mubarak menyuruh untanya duduk, agar Nenek tua itu dapat naik kepunggungnya.

Ibnu Mubarak menenangkan dan mengikat untanya sambil berkata, “Naiklah ‘Nek, sekarang aman.” Nenek itu naik kepunggung unta sambil berkata, “Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan (Az-Zuhruf: 13-14).”

Ibnu Mubarak tiba-tiba bertanya, “Apakah kau mempunyai suami?” Nenek itu menjawab, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah menanyakan sesuatu yang jika diterangkan kepada kalian, niscaya menyusahkan kalian (Al-Maidah:101).” Ibnu Mubarak tak berani bertanya lagi, sampai melihat rombongan kafilah di depan mereka. Ibnu Mubarak bertanya,

“Itukah kafilahmu siapa saudaramu di kafilah itu?” Nenek itu menjawab, “Harta benda dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia (Al-Kahfi: 46).” Ibnu Mubarak mengerti bahwa ada anak-anaknya ada disana. Ibnu Mubarak bertanya lagi, “Bagaimana keadaan mereka pada waktu ibadah haji?” Nenek menjawab, “Dan Dia ciptakan tanda-tanda petunjuk jalan dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk (An-Nahl: 16).” Ibnu Mubarak mengerti dengan jawabannya itu bahwa mereka berpedoman dengan melihat kubah-kubah bangunan-bangunan dan letak bintang.

“Siapa nama anak-anakmu?” tanya Ibnu Mubarak. Nenek tua menjawab, “Dan Allah menjadikan Ibrahim kesayangan-Nya (An-Nisa: 125).” “Dan Allah berbicara pada Musa secara langsung (An-Nisa: 164).” “Wahai Yahya ambillah kitab itu dengan sungguh-sungguh (Maryam: 12).” Ibnu Mubarak lalu meneriakkan ketiga nama itu, “Hai Ibrahim, Hai Musa, Hai Yahya, ibumu disini!” ketiganya datang menghampiri.
Nenek itu berkata, “Maka suruhlah salah seorang diantara kalian pergi ke kota, dengan membawa uang perak, dan hendaklah ia lihat manakah makanan yang lebih baik, lalu hendaklah ia membawa makanan itu untuk kalian (Al-Kahfi: 19).”

Salah seorang dari ketiganya pergi, dan tak lama kemudian kembali membawa makanan yang dihidangkan kepada Ibnu Mubarak. Nenek itu berkata, “Makanlah, minumlah dengan nikmat sebagai balasan atas apa yang kalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu (Al-Haqqah: 24).”
Setelah makan, Ibnu Mubarak memandangi ketiga pemuda itu. Karena rasa penasaran yang makin menguat.

Dia berkata, “Aku ingin tahu tentang Ibu kalian ini?” Mereka menjawab, “Bahwa sejak 40 tahun yang lalu,
ibu mereka tidak berbicara kecuali dengan ayat-ayat Al-Qur’an karena khawatir salah bicara.


Ibnu Mubarak berkata, “Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui (Al-Maidah: 54).” Ketularan juga nampaknya Ibnu Mubarak ini. Mudah-mudahan kisah ini memberi kita hikmah kebijaksanaan.

Sumayyah wanita yang pertama yang syahid

Sumayyah binti Khabath adalah hamba Abu Huzaifah bin Mughirah. Tuannya mengahwinkan Sumayyah dengan Yasir bin Amir, perantau dari Yaman ke Mekah. Apabila Allah mengurniakan mereka seorang anak yang diberi nama Amar, Abu Huzaifah pun membebaskan Sumayyah daripada menjadi hambanya.

Apabila Islam mula tersebar, keluarga Yasir antara golongan pertama memeluk agama suci itu. Sumayyah tidak gentar dengan amaran musyrikin Quraisy yang menyeksa dan membunuh sesiapa yang memeluk Islam.

Apabila bangsawan Quraisy mengetahui Sumayyah sudah memeluk Islam, mereka menyerbu rumahnya. Keluarga Amar ditangkap dan dibawa ke khalayak untuk diseksa.

“Mereka sudah menyahut ajaran Muhammad walaupun ditegah oleh pihak atasan Quraisy. Kamu akan menerima balasan kerana ingkar perintah kami,” kata Abu Jahal kepada pengikutnya sambil menarik keluarga Yasir yang terikat ke kawasan padang pasir di luar kota Mekah.

“Mereka tidak serik dengan hukuman kita walaupun pengikut agama yang dibawa Muhammad telah diseksa oleh kita,” kata seorang bangsawan Quraisy yang berjalan di sebelah Abu Jahal.

“Kali ini saya tidak akan bebaskan mereka bertiga sehingga mereka mengaku berhala-berhala kita sebagai tuhan mereka,” tegas Abu Jahal yang mengacah tombaknya ke arah keluarga Yasir yang diseret secara kasar oleh pengikut Abu Jahal.

Mereka berhenti di kawasan lapang yang dipenuhi bongkah batu besar. Yasir, Amar dan Sumayyah ditanggalkan pakaian mereka lalu diikat pada bongkah batu yang panas mendidih dipanah matahari padang pasir.

Kaki dan tangan mereka diikat ketat sehingga tidak dapat bergerak seinci pun. Abu Jahal, pembesar Quraisy dan pengikut setianya ketawa melihat penderitaan ketiga beranak itu.

“Kamu akan diseksa dengan lebih teruk seandainya kamu tidak mahu meninggalkan agama yang dibawa oleh Muhammad. Kamu akan dibebaskan jika kamu sanggup mengaku berhala-berhala di kota Mekah ini sebagai tuhan kamu,” Abu Jahal mula mengambil tali sebat bagi menakutkan Yasir, Sumayyah dan Amar.

“Kami tidak akan mengaku berhala-berhala itu sebagai tuhan kami. Hanya Allah Tuhan kami,” balas Yasir dengan tenang.

“Saya beriman dengan Allah sahaja,” kata Sumayyah pula.

“Berani kamu melawan kata-kata saya,” api kemarahan Abu Jahal semakin membara mendengarkan kata-kata Sumayyah itu tadi.

“Ini balasan kepada kamu kerana enggan menerima berhala-berhala sebagai tuhan kamu,” Abu Jahal dan pengikutnya mula menyebat tubuh Yasir, Sumayyah dan Amar dengan kejam. Hinggakan darah mengalir daripada tubuh mereka yang terikat pada bongkah batu yang panas dipanah matahari tengah hari.

Berita penyeksaan keluarga Yasir sampai ke pengetahuan Nabi SAW sehingga baginda dan Abu Bakar keluar bagi menyelamatkan keluarga tersebut daripada seksaan kejam Abu Jahal dan pengikutnya. Namun, mereka dihalang oleh orang-orang Quraisy yang menyaksikan seksaan terhadap keluarga Yasir.

Hati Abu Jahal semakin sakit melihat reaksi Yasir, Sumayyah dan Amar yang masih enggan menerima berhala sebagai tuhan mereka. Dia mengarahkan pengikutnya memakaikan baju besi kepada ketiga-tiga ahli keluarga tersebut agar bahang matahari semakin menyeksa mereka.

“Kita lihat berapa lama kamu boleh menahan seksa di tengah-tengah kepanasan matahari ini,” sindir Abu Jahal sambil memandang wajah Yasir dan Sumayyah dengan bengis.

“Tiada tuhan melainkan Allah,” kata Yasir, Sumayyah dan Amar merintih dalam kesakitan memakai baju panas.

“Letakkan batu besar ke atas badan Yasir,” arah Abu Jahal lagi kerana geram mendengar kata-kata Yasir sekeluarga.

Seksaan demi seksaan ke atas Yasir menyebabkan fizikalnya menjadi lemah kerana usianya yang sudah lanjut. Akhirnya, Yasir menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan menyebut nama Allah tanpa menerima agama berhala Abu Jahal.

Walaupun hati Sumayyah hancur melihat suaminya mati akibat seksaan Abu Jahal yang kejam, dia gembira kepada suaminya mati dalam menegakkan agama Allah.

“Kamu pun mahu mati seperti suami kamu. Lebih baik kamu terima tawaran saya sebelum ajal kamu tiba!” Abu Jahal mahu menunjukkan yang seksaannya mampu mengubah pendirian pengikut Nabi Muhammad kepada ajaran berhala.

“Jangan kamu berharap saya akan menurut kata-kata kamu itu. Tiada tuhan melainkan Allah,”. Hati Sumayyah keras seperti batu teguh pada keimanannya pada Allah.

“Kamu sudah semakin degil dan melawan kata-kata saya!” Abu Jahal mengambil tombak dari tangan kanannya lalu dicucuk ke dalam alat sulit Sumayyah.

“Allahu Akbar”. Begitulah kata terakhir Sumayyah sebelum menghembuskan nafasnya akibat tikaman tombak Abu Jahal itu.

Kematian Sumayyah dengan nama Allah di mulutnya demi mempertahankan keimanan pada Allah adalah peristiwa penting dalam sejarah pengembangan agama Islam. Sumayyah adalah wanita pertama mati syahid dalam sejarah Islam.

Sunnah-Sunnah Nabi setiap hari...

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

1) Tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

2) Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

3) Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang
mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

4) Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha.

5) Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

6) Jaga wudhu terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.

7) Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Antara Sunnah-sunnah Nabi saw sebelum, ketika dan selepas tidur :-

- Jangan tidur menghadap kaki arah Qiblat. Ini adalah kedudukan tidur orang yang telah mati.

- Baca 4 Qul tiup ke tapak tangan dan sapu keseluruh badan untuk menghindarkan sihir dan niat jahat manusia.

- Niat untuk bangun Tahajjud. Sekiranya tidak terjaga, Allah swt akan mengira seolah-olah dia bertahajjud sepanjang malam. Tahajjud adalah sebaik-baik pelindung daripada sihir dan buatan orang.

- Ambil wudhu sebelum tidur dan Solat Sunat Taubat 2 rakaat.

- Maafkan semua kesalahan manusia pada kita dan halalkan semua hutang piutang sebelum tidur.Bangun tidur boleh buka fail semula kalau mahu.

- Tidur cara Rasulullah saw dengan mengiring badan ke kanan dan tapak tangan di bawah pipi.

Banyak lagi Sunnah Nabi saw yang boleh diamal, semuanya mudah untuk dilakukan.

Peringatan : Pesan Nabi saw, dilarang tidur meniarap terutama lelaki.Sekiranya tidur dengan kain pelikat, ikat hujung kain supaya tidak menimbulkan fitnah. Tutup aurat ketika tidur.

Kenapa ya? Lelaki yang tidur meniarap, dibawahnya Syaitan/ Jin Betina.Tidur bogel atau tidak menutup aurat akan menghindarkan Malaikat Rahmat dan
mengundang makhluk lain. Sekiranya bersetubuh tanpa membaca doa,Syaitan/Jin akan bersama-sama menjamah isteri kita. Kemungkinan besar benih yang masuk
bercampur dengan benih-benih Syaitan/ Jin. Jadi jangan marah kalau anak-anak ikut perangai “bapa-bapa angkat” mereka ketika kita bersetubuh dulu.

SAMA-SAMALAH KITA MENGAMALKAN SUNNAH-SUNNAH NABI DAN SATU LAGI KAWAN2..SELALU2 LAH SELAWAT KEATAS NABI MUHAMMAD S.A.W..

Peringatan yg baik utk sumer …InsyaAllah

Thursday, September 22, 2011

;(

Kedamaian yang ku cari
Masih belum terbukti
Jauh lagi perjalanan ini

Jiwa tak pernah tenteram
Kasih lama tenggelam
Di lubuk hati yang paling dalam

Berlumutlah ukiran impian
Entah berapa lama
Harus ku nanti
Sinar kasih sayang menyinari kembali

Dengan nada lagu dan irama
Ku luahkan jua rasa kecewa
Semoga kau dapat mendengarnya
Semoga terbuka pintu cinta... mu
Yang pasti hujan tak berterusan
Matahari kan tetap terus bersinar

Kini terbukti apa yang di nanti
Dengan rela ku lepas kau pergi
Telah sedekat kenangan terpahat
Di ruang tak bertempat oo... ho...

Dengan nada lagu dan irama
Ku luah kan jua rasa kecewa
Pada cinta yang dahulu kita
Ukirkan bersama...
Di ruang asmara
Di bumi yang nyata
Di dunia kita...

Wednesday, September 21, 2011

Syair Taubat oleh Hamdi Akhsan

Dengan Bismillah syair dibuka,
curahan hati yang sedang duka,
mengingat iman sedang terluka,
takut hamba pada neraka.

Hamba-Mu ini bergelimang dosa,
hanya menangis yang aku bisa,
terkadang hampir berputus asa,
Ampuni hamba...wahai yang Maha Perkasa.

Bukanlah taqdir yang hamba ratap,
tetapi diri yang tiada mantap,
imanpun kadang goyah dan tetap,
terkadang lalai sampai tersilap.


Diri hamba-Mu sangatlah rapuh,
terhadap Engkau belumlah patuh,
dicoba sedikit merasa rusuh,
dicoba banyak imanpun runtuh.

Hati kecil telah berkata,
ketika maksiat didepan mata,
ketika suka dengan yang cinta,
benteng di badan menjadi patah.

Bukannya hamba tidak menyesal,
terhadap diri yang masih bebal,
terhadap nafsu yang masih nakal,
ya Allah...sungguh sedikit hamba punya bekal.


Kala bertemu orang yang tekun,
betapa ingin hamba dituntun,
supaya tak lagi imanku turun,
senangi sunnah lengkapi rukun.

Tapi mengapa diriku lemah,
serasa diri tiada himmah,
ibadah yang ada rasa percuma,
karena mengulang dosa yang sama.

Ingin hamba sujud tiarap,
bermohon hamba sambil meratap,
iman didiri jagalah tetap,
istiqamahlah hamba bersikap.

Ketika umur sudah bertambah,
maksiat diri belum berubah,
terhadap goda tak juga tabah,
terhadap Allah kurang menyembah.

Beratnya hidup dizaman ini,
maksiat ada disana sini,
karena si rina atau si rini,
atapun si Dana juga si Deni.

Godaan syahwat yang paling besar,
karena cinta kami kesasar,
mengumbar nafsu yang paling liar,
terjerambat ke sumur yang tanpa dasar.


Betapa sering hati merintih,
melihat rambut telah memutih,
ibadah wajib masih tertatih,
senang maksiat diri pun masih.

Kepada Engkau hamba meminta,
bimbinglah hamba sepenuh cinta,
agar mata tak lagi buta,
kelak dikubur tiada terlunta.

Wahai Ilahi yang Maha Ghafur,
menangis hamba sujud tersunggur,
ampuni hamba yang tak bersyukur,
atas nikmat-Mu yang tak terukur.

VI
Mata hambapun mulai rabun,
tubuh menggigil dinginnya embun,
saat gemetar ingin dituntun,
Menangis hamba wahai yang Maha Pengampun.

Ibadah hamba sangat sedikit,
dihati hamba penuh penyakit,
marah ketika dicoba sakit,
Ya Allah,ampuni hamba di hari Bangkit.

Hamba memohon sambil berbisik,
ampuni hamba yang banyak menghardik,
marah ke anak tidak mendidik,
dunia hanya yang selalu dibidik.


Waktu hamba tinggal sedikit,
tubuh yang rapuh banyak penyakit,
dosa ditanggung sebesar bukit,
sungguh ya Allah...siksa kubur-Mu sakit.

Hamba-Mu ini ingin bertaubat,
sifat yang liar bercampur jahat,
atas prilaku yang sering bejat,
pada-Mu jua hamba berhajat.

Betapa ingin hamba meraung,
sesali dosa sebesar gunung,
takuti siksa yang tak tertanggung,
Ya Allah,jadikan hamba orang beruntung.


Didalam sunyi hamba menggigil,
takutkan bila Engkau memanggil,
malaikat datang nyawa diambil,
sungguh nyali hamba sangat kecil.

Terbayang mereka yang telah dahulu,
dikubur orang jauh dihulu,
tiada pembela seperti dulu,
ketika pejabat atau penghulu.

Dikubur kelak dimakan ulat,
Mata yang indah terjulat-julat,
runtuhlah daging setiap kerat,
tinggallah tulang tiada urat.


Tak sanggup hamba lanjutkan syair,
airmata pun mulai mengalir,
hanyalah doa bisa kuukir,
Ampuni hamba Ya Allah di Yaumil Akhir.

;(

Tuesday, September 20, 2011

Khasiat serta makna Ayat Kursi

Ayat Kursi.jpg

Maksudnya:-

Allah, tidak ada yang benar disembah hanya Dia yang Hidup dan Maha Kaya, tidak pernah ditimpa mengantuk dan tidak pernah tidur, bagin Nya sesuatu yang ada di langit dan di bumi, tidak ada yag boleh memberi syafaat kecuali denga izin Nya. Ia maha mengetahui segala apa yang terjadi di hadapan mereka dan dibelakang mereka. Tidaklah mereka meliputi ilmunya sedikit jua kecuali yang dikehendakki Nya. Lebih luas kerusinya darilangit dam bumi. Tidak susah bagi Nya memelihara keduanya. Ia maha Tinggi dan maha Besar.

[Allah! There is no god but He, the Living, the Self-subsisting, Eternal. No slumber can seize Him nor sleep. His are all things in the heavens and on earth. Who is there can intercede in His presence except as He permitteth? He knoweth what (appeareth to His creatures as) Before or After or Behind them. Nor shall they compass aught of His knowledge except as He willeth. His Throne doth extend over the heavens and the earth, and He feeleth no fatigue in guarding and preserving them for He is the Most High, the Supreme (in glory).]

Khasiat Ayat Kursi:
  1. Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali selesai sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali masuk kerumah atau kepasar, setiap kali masuk ke tempat tidur dan musafir, insyaallah akan diamankan dari godaan syaitan dan kejahatan raja-raja (pemerintah) yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dirinya dann keluarganya, anak-anak nya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran dan kekaraman.

  2. Terdapat keterangan dalam kitab Assarul Mufidah, barang siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, inyaallah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah s.w.t.

  3. Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah r.a, membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah s.a.w.

  4. Syeikh Abul ‘Abas alBunni menerangkan: “Sesiapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, maka inysyaallah tuhan mencerdaskan akalnya dan memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari.

  5. Sesiapa yang membaca ayat Kursi selepas sembahyang fardhu, Tuhan akan mengampunkan dosanya. Sesiapa yang membacanya ketika hendak tidur, terpelihara dari gangguan syaitan, dan sesiapa yang membacanya ketika ia marah, maka akan hilang rasa marahnya.

  6. Syeikh alBuni menerangkan: Sesiapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), maka insyaallah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikiranyan, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya.

  7. Barang siapa membaca ayat Kursi ketika hendak tidur, maka Tuhan mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi.

Insya'allah...

Mari belajar bahasa asas Arab

: Bagaimana khabarmu? / Apa Khabar?

1.1 : كـَـيـْـفَ حـَـالـُـكَ؟ : Apa Khabar?

1.2 ِصـَـبـَـاحُ الـْـخـَـيْـر : Selamat pagi : Good Morning

1.3 نـَـهـَـارُكَ سـَـعـِـيـْدٌ : Selamat Siang : Good Day

1.4 مـَـسـَـاءُ الـْـخـَـيـْـرِ : Selamat Petang : Good Evening

Doa yang sangat wajar untuk diamalkan pada zaman ini

Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada umatnya satu doa yang jika dibaca tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu petang maka akan terhindarlah kepada yang membacanya daripada segala kemudaratan disepanjang hari tersebut. Doa daripada hadis di atas adalah seperti berikut.



Cara-cara beramal dengan doa ini:-

Tuan Guru Dato’ Dr. Haron Din menamakan doa ini sebagai ”Ayat Pengerak” kerana dengan membaca doa ini boleh mengerakkan hati kita untuk meneruskan atau tidak bila hendak melakukan sesuatu kerja-kerja yang berbahaya. Tuan Guru memberikan petua bagaimana untuk beramal dengan doa ini seperti berikut;

• Bila hendak memulakan perjalanan samaada perjalanan yang dekat ataupun jauh, mengembara ke tempat yang telah biasa ataupun yang belum pernah dikunjungi dan sebagainya atau untuk memulakan sesuatu pekerjaan yang mungkin biasa atau berisiko seperti masuk hutan untuk berburu, memancing, menyembelih binatang, bekerja di tempat pembinaan, dan seumpamanya, maka sebelum itu bacalah doa ini sebanyak tujuh kali. Insya’Allah, Allah s.w.t akan melindungi kita daripada segala bentuk kemudaratan, kejahatan dan bahaya yang mungkin ada di sekeliling kita.

• Jika bacaan tersekat-sekat atau terlupa atau ketika sedang membaca ada gangguan seperti gangguan telepon berdering, gangguan daripada anak-anak, gangguan daripada rakan-rakan yang menyapa dan sebagainya yang menyebabkan kosentrasi bacaan terganggu, maka berehatlah dahulu. Jangan diteruskan perjalanan atau pekerjaan tersebut. Setelah berehat beberapa ketika, baca sekali lagi sehingga tujuh kali bacaan. Jika sekiranya bacaan tujuh kali itu lancar baru teruskan perjalanan atau pekerjaan tersebut. Jika diteruskan juga perjalanan atau pekerjaan sedangkan bacaannya tidak lancar, mengikut pengalaman Tuan Guru, kita boleh terkena dengan kemudaratan yang mungkin ada dihadapan kita.

Perlu diingatkan disini bahawa, insya’Allah kita boleh terlepas daripada kemudaratan yang dinamakan Qada’ Muaalaq iaitu ketentuan Allah yang boleh berubah dengan kita berusaha melalui berdoa kepada-Nya. Bagaimanapun jika ianya Qada’ Mubram iaitu ketentuan Allah yang tidak boleh berubah seperti mati maka kalau ajal telah tiba kita membaca doa ini seribu kali sekali pun pasti kita akan mati.

Lets follow the Sunnah.:)

Solat dalam keadaan mengantuk


Diriwayatkan dari Anas r.a: “Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Apabila seseorang mengantuk ketika sedang mengerjakan solat hendaklah ia tidur terlebih dahulu hingga ia mengerti apa yang ia katakan (atau ia bacakan).”
Sayang-Menyayangi
Diriwayatkan daripada Anas r.a: “Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Tidak ada seorang pun di antara kalian dipandang beriman sebelum ia menyayangi saudaranya sesama Muslim seperti halnya ia menyayangi dirinya sendiri.”
Kedudukan Tangan Ketika Sujud
Diriwayatkan daripada Abdullah bin Malik bin Buhaina r.a, ketika nabi Muhammad SAW mengerjakan solat, nabi memisahkan (merenggangkan) tangannya dari tubuhnya (dengan lebar) hingga ternampak ketiaknya yang putih

Monday, September 19, 2011

Makna bacaan di dalam solat.

Takbir
Allah Maha Besar

Doa Iftitah
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dengan banyaknya.Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang.Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yg mencipta langit dan bumi,dgn suasan yg lurus dan berserah diri dan aku bukan dari golongan org musyrik.Sesungguhnya solatku,ibadahku,hidupku,matiku adalah untuk Allah Tuhan sekalian alam.Tidak ada sekutu baginya dan kepadaku diperintahkan untuk tidak menyukutukan baginya dan aku dari golongan orang Islam.

Al-fatihah
Dgn nama Allah yg maha pemurah lagi maha mengasihani.Segala puji bagi Allah,tuhan semesta alam.Yang maha pemurah lagi maha mengasihani.Yang menguasai hari pembalasan.Hanya engkaulah yg kami sembah dan hanya kepada engkau kami mohon pertolongan.Tunjukilah kami jalan yg lurus.Iaitu jalan orang2 yg engkau kurniakan nikmat kepada mereka,bukan jalan mereka yg engkau murkai dan bukan jalan mereka yg tersesat.

Bacaan ketika Rukuk
Maha suci tuhanku yg maha besar dan dengan segala puji-pujiannya

Bacaan ketika bangun dari Rukuk
Allah mendengar pujian orang yang memujinya

Bacaan ketika Iktidal
Wahai Tuhan kami bagi engkaulah segala pujian

Bacaan ketika Sujud
Maha suci tuhanku yang maha tinggi dan dengan segala puji-pujiannya

Bacaan ketika duduk antara dua sujud
Ya Allah,ampunilah dosaku dan rahmatilah daku,lindungilah daku,angkatlah darjatku,rezekikan daku,berilah aku petunjuk,selamatkanlah daku dan maafkanlah akan daku.

Bacaan ketika Tahiyat Awal
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yg soleh.Aku naik saksi tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.Ya Tuhan kami,selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.

Bacaan ketika Tahiyat Akhir
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah.Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya.Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh.Aku naik saksi tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah.Ya Tuhan kami,selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan keatas keluarganya.Sebagaimana Engkau selawatkanlah keatas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim.Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim di dalam alam ini.Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Assalamualaikum...

Asssalamualaikum everyone...
This year i played for Selangor..alhamdulillah...
Ive fulfill my late father request....thanks to Allah for everything...

Ive finished my studies last december...
gonna have convocation soon in October at Putrajaya Convention Center...Alhamdulillah...All praises to Allah...

Lets worship Allah yea everyone!